Jumat, 08 Februari 2013

Cara Membuat Pasword di MS Excell




Oupzz malam ini belum ada tugas dari kampus UCDE jadi banyak waktu luang untuk mencoba posting-posting di blog walau mungkin untuk hari ini saya posting tidak nyambung dari pembelajran di kampus. Tapi semoga saja ini bisa bermanfaat untuk temen-temen yang ingin mencoba dan melindungi hasil ketikannya di ms excell. Karena kemarin ada beeberapa temen saya yang tanya akan hal ini dan ini saya juga baru mencobanya, dan saya akan share ke temen-temen melindungi data pada Microsoft Excel Anda agar tidak dapat di Akses oleh sembarangan Orang maka kita dapat memproyeksi dengan cara memberi password pada Ms. Excell di Komputer Anda. mungkin Anda mempunyai dokumen atau spreadsheet Ms Excel yang Datanya sangat penting sehingga orang lain tidak dapat mengaksesnya. dan apabila telah kita beri password secara sistematis ketika file akan dibuka, harus memasukkan password terlebih dahulu, dan apabila tidak mengetahui atau salah memasukkan passwordnya maka file/spreadsheet excel tersebut tidak akan bisa terbuka.

Berikut cara untuk memberi proteksi password pada File Microsoft Excel 2007

- Buka file Ms Excel yang akan diberi password
- Klik ---> Office Button
- Lalu ----> Menu Prepare
- Kemudian pilih ---->  Encrypt Document

Tampilan Gambarnya akan terlihat seperti dibawah ini:



Kemudian akan muncul  Tampilan kolom untuk kita memasukkan password
- Isi dengan kode password yang kita inginkan, klik OK  


- Seperti biasa Kita akan diminta kembali untuk mengisi Password kedua kali untuk verifikasi, kemudian klik
  OK,
- Save / simpan file.

Lalu silahkan di close kemudian coba mulai lagi untuk membuka kembali file excel tersebut.  dan pastikan Anda memasukkan password dengan Benar untuk dapat membukanya.

Selamat mencoba........semoga bermanfaat :)


With love 

Diyah eka wahyudi

Boothstrap # JR 4 #

         Setelah pembelajaran minggu ke 3 tentang lokasi bisnis, sekarang saya memasuki minggu ke 4 yaitu materi mengenai Boothstrap. Kata boothstrap ini baru saya denger dan saya tahu setelah mengikuti pembelajaran distance learning, yang dimana arti dari boothstrap itu sendiri adalah cara cerdas hemat dalam memulai bisnis atau saat menghadapi situasi sulit. Bootstrap diperlukan jika kita ingin mencapai tujuan namun modal yang kita miliki tidak ada. Ataupun kalau ada kita ingin melakukan secara efisien serta sumber daya yang ada difokuskan untuk hal lain.         
         Bootstrap mencegah kita untuk meminjam uang karena hal ini bisa mempengaruhi aliran kas. Selain itu, memang ada cara lain untuk menambah modal, yaitu menggandeng investor lain (penanam modal). Tapi hal ini membuat kita tidak lagi menjadi pemilik 100% dari usaha kita. Untuk itu, perlu dipikirkan cara-cara bootstrap. Ada banyak cara melakukan bootstrap, tentu ini tergantung dari kreativitas, kecerdasan dan kecerdikan yang kita miliki. Untuk itu, jika kita punya mentor dan network yang baik serta luas, akan membantu kita dalam melakukan bootstrap.                   
         Dalam berbisnis mesti memakai cara yang cerdas dan hemat. ih kalau terlalau serius kok malah bingung mau melanjutkan. agak santai aja yaa...hehehe. Tadi saya waktu jalan-jalan ke sebuah toko Indonesia yang ada di Hong Kong, melihat seorang cewek cakep Indonesia yang fashion dan tampilannya sudah seperti orang Hong Kong. Dia mampir ke Toko Indonesia itu untuk menyebarkan brosur.       
 
        Salah satau temen saya menceritakan tentang cewek itu, bahwa dia bukanlah seorang TKW lagi, dia sekarang sudah menjadi warga negara Hong Kong. Sekarang dia sudah mempunyai sebuah agency penyaluran tenaga kerja yang ada di Hong Kong. Cewek itu sekarang jadi sangat kaya dan mempunyai usaha agency yang terkenal. Dulu awalnya hanyalah seorang TKW, namun karena dia menikahi orang Hong Kong yang kaya akhirnya skrg dia mempunyai usaha agency sendiri. Tadinya saya menyimpulkan ini adalah boothstrap, tapi ternyata setelah saya diskusikan dengan Pak Dosen itu namanya adalah bejo..hehehhehe                      Saya ada pengalaman tentang boothstrap ini, Dulu saat di organisasi saya mengadakan acara sport festival, yang dimana letaknya ini sangat jauh dengan keramaian dan jarang ada orang yang jualan disana, saya  muncul gagasan untuk menjual nasi bungkus yang saya buat sendiri. Saya komunikasikan hal itu kepada boss saya,
 dan saya di izinkan untuk memakai peralatan dan biaya-biaya bahanpun juga di biayai oleh boss saya.         
Sebelum hari H, saya tanya survey ke temen-temen siapa yang mau pesen nasi bungkus yang isinya nasi campur. Ternyata ada 30 orang yang pesen dan saya waktu itu langsung tanya-tanya ke temen-temen karena saya belum pernah membuat nasi campur...:) berkat bondo nekat akhirnya nasi campur bisa saya buat rasanya kata temenku sangat nikmat, saya buat nasi bungkus sebanyak 33 bungkus. Temen saya yang awalnya pesen satu ternyata ada yang nambah lagi :).                      

             Sempat beberapa temen mengolok-olok saya " Aduh kamu ini waktunya olahraga kok masih sempat jualan "..apa dah bener-bener kosong tu dompet kamu ??? ejekan temenku seperti itu. Tapi saya berpikiran positif saja toh saya juga tidak mengganggu aktifitas, malah bisa membuat temen saya tidak kelaparan dan mereka juga puas. Ya saya kira namanya hidup pasti ada saja orang yang iri atau tidak suka, but saya mencoba untuk selalu berpikir positif. Tapi moment ini bener-bener selalu membuat saya semangat.         

Minggu, 27 Januari 2013

SMART

Anda punya rencana? Ide yang hendak diwujudkan? Tujuan yang hendak dicapai? Ada banyak cara untuk merumuskan tujuan secara efektif, salah satunya yang terkenal adalah konsep SMART (specific, measurable, achievable, realistic, time-based). Konsep ini pertama kali digunakan oleh George T. Doran pada tahun 1981. Mungkin Anda juga tidak asing dengan konsep SMART ini, namun barangkali masih belum terbiasa menerapkannya.

Specific
Tujuan yang Anda tetapkan harus jelas dan spesifik. Jelas akan membantu menguraikan apa yang akan Anda lakukan, sedangkan spesifik akan membuat segala upaya Anda fokus pada target yang akan dicapai.

Measurable
Apa yang ingin Anda capai haruslah bisa diukur, misalnya seberapa kuat, seberapa sering, seberapa banyak, atau seberapa dalam.

Achievable
Tujuan yang Anda tetapkan haruslah bisa dicapai. Dengan begitu Anda akan berkomitmen untuk mencapainya dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai Anda menetapkan tujuan yang tidak mungkin Anda capai.

Realistic
Realistis atau masuk akal adalah hal lain yang harus dipenuhi oleh tujuan yang ingin Anda capai. Jangan membuat tujuan yang terlalu sulit sehingga tidak mungkin Anda capai atau membuat tujuan yang tidak sejalan dengan keinginan atau hasrat hati Anda.

Timely
Anda harus bisa menetapkan kapan tujuan tersebut harus dicapai. Apakah minggu depan, tahun depan, atau lima tahun lagi. Dengan adanya batasan waktu, Anda akan terpacu untuk segera memulai melakukan tindakan.

Sumber: http://www.kirmansyam.com/merumuskan-tujuan-secara-efektif/
— bersama Sina Mauludi.
Anda punya rencana? Ide yang hendak diwujudkan? Tujuan yang hendak dicapai? Ada banyak cara untuk merumuskan tujuan secara efektif, salah satunya yang terkenal adalah konsep SMART (specific, measurable, achievable, realistic, time-based). Konsep ini pertama kali digunakan oleh George T. Doran pada tahun 1981. Mungkin Anda juga tidak asing dengan konsep SMART ini, namun barangkali masih belum terbiasa menerapkannya.

Specific
Tujuan yang Anda tetapkan harus jelas dan spesifik. Jelas akan membantu menguraikan apa yang akan Anda lakukan, sedangkan spesifik akan membuat segala upaya Anda fokus pada target yang akan dicapai.

Measurable
Apa yang ingin Anda capai haruslah bisa diukur, misalnya seberapa kuat, seberapa sering, seberapa banyak, atau seberapa dalam.

Achievable
Tujuan yang Anda tetapkan haruslah bisa dicapai. Dengan begitu Anda akan berkomitmen untuk mencapainya dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai Anda menetapkan tujuan yang tidak mungkin Anda capai.

Realistic
Realistis atau masuk akal adalah hal lain yang harus dipenuhi oleh tujuan yang ingin Anda capai. Jangan membuat tujuan yang terlalu sulit sehingga tidak mungkin Anda capai atau membuat tujuan yang tidak sejalan dengan keinginan atau hasrat hati Anda.

Timely
Anda harus bisa menetapkan kapan tujuan tersebut harus dicapai. Apakah minggu depan, tahun depan, atau lima tahun lagi. Dengan adanya batasan waktu, Anda akan terpacu untuk segera memulai melakukan tindakan.

Sumber: http://www.kirmansyam.com/merumuskan-tujuan-secara-efektif/

Sabtu, 26 Januari 2013

Memilih lokasi Usaha


Yeah...saya selalu teringat akan nasehat Pak nur Agustinus, bahwa memulai usaha itu gampang-gampang susah. Tapi saya tidak akan pesimis akan susah-susahnya. Saya akan optimis :P. Setelah obrolan-obrolan tentang lokasi bisnis, saya jadi bener-bener terpikirkan. Mampukah saya ? dan mampukah saya ? hati kecilku selalu memberi dorongan, bahwa saya akan mampu menjalaninya. Diyah tidak akan pantang menyerah. Karena sudah biasa hidup susah. Andai bisnis tidak berjalan sesuai dengan yang di impikan ya ...itu resiko yang harus saya terima. Karena berbisnis tidak semudah membalikkan tangan. But i must be confident..
Dalam membuat rencana bisnis, pemilihan lokasi usaha adalah hal utama yang perlu dipertimbangkan. Lokasi strategis menjadi salah satu faktor penting dan sangat menentukan keberhasilan suatu usaha. Banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi, sebagai salah satu faktor mendasar, yang sangat berpengaruh pada penghasilan dan biaya, baik biaya tetap maupun biaya variabel. Lokasi usaha juga akan berhubungan dengan masalah efisiensi transportasi, sifat bahan baku atau sifat produknya, dan kemudahannya mencapai konsumen. Lokasi juga berpengaruh terhadap kenyamanan pembeli dan juga kenyamanan Anda sebagai pemilik usaha. Bagi wirausahawan pemula, sebaiknya berhati-hati dalam menentukan lokasi usaha, jangan sampai asal pilih lokasi. Salah-salah, usaha Anda bisa jeblok.
Beberapa pakar wirausaha menyarankan, agar dalam memilih lokasi usaha seperti ruko, kios, rumah atau kaki lima harus pas dengan jenis usaha yang dilakoni. Karena ada usaha yang cocok didirikan di satu lokasi tapi tidak cocok di tempat lain. Untuk itu pengusaha disarankan untuk melakukan survei untuk mencari tempat yang sesuai bagi usahanya. Amati kondisi pasarnya, potensi permintaannya dan jangan lupa cari juga informasi bagaimana prospek perkembangan daerah itu ke depannya, karena hal ini bisa mempengaruhi kelangsungan usaha Anda.
Lokasi yang “strategis” dalam teori wirausaha ditafsirkan sebagai lokasi di mana banyak ada calon pembeli, dalam artian lokasi ini mudah dijangkau, gampang dilihat konsumen, dan lokasi yang banyak dilalui atau dihuni target konsumen yang berpotensi membeli produk atau jasa yang dijual. Lokasi seperti ini cocok untuk usaha perdagangan barang atau jasa yang harus berhubungan langsung dengan pelanggan. Itu sebabnya pasar, pusat pertokoan, atau pusat perbelanjaan menjadi lokasi-lokasi usaha perdagangan yang paling diincar orang. Soalnya, di area seperti itu, calon konsumen tumpah tersedia. Para pemilik usaha tinggal mencari strategi untuk memancing lirikan mata mereka. Usaha-usaha yang sangat tergantung dengan lokasi strategis misalnya; apotek, rumah makan, mini market, bengkel, toko pakaian, juga salon kecantikan.
Lokasi Usaha dan Ide Bisnis
Banyak calon wirausahawan yang bingung mau mulai dari mana? Apakah mencari lokasi usaha dahulu atau menentukan bisnis yang akan dijalankan. Pemilihan lokasi untuk membuka usaha adalah sangat penting. Namun, kadang ketika sudah menemukan lokasi yang strategis, namun tidak cocok untuk bisnis yang akan dijalankan. Sebenarnya, mana yang harus didahulukan ?
Memilih Bisnis Dulu, Lokasi Menyusul
Bagi Anda yang memiliki passion terhadap satu bidang usaha, atau Ada memutuskan untuk membeli franchise, maka pemilihan bisnis bisa menjadi urutan pertama. Langkah berikutnya adalah pemilihan lokasi yang tepat untuk memulai usaha. Tentunya juga Anda harus mempunyai produk unggulan yang akan Anda jual di lokasi tersebut.
Misal, Anda mau membuka usaha salon kecantikan. Berarti Anda telah menentukan jenis bisnisnya terlebih dahulu. Tinggal Anda mencari lokasi yang cocok.
Pertanyaannya,”Cocoknya kalau membuka salon kecantikan itu di mana?” Misalnya: di food court salah satu mal atau pasar swalayan. Langkah selanjutnya adalah menentukan mal atau pasar swalayan yang mana? Mau yang level menengah atau level bawah. Misalnya level menengah. Maka datangi mal yang memiliki kriteria pengunjung level menengah.
Mendapatkan Lokasi yang Strategis
Kadang ide bisnis itupun muncul ketika kita tanpa sengaja menemukan suatu lokasi yang kita pikir strategis untuk menjalankan suatu usaha. Misalnya ketika kita jalan-jalan di mal atau ketika jogging pagi keliling perumahan atau suatu daerah. Andapun berpikir, lokasi ini cocoknya untuk bisnis apa ya?
Atau ada saudara yang memiliki kios/ruko namun dalam kondisi tidak dipakai atau tidak disewakan. Kita kadang ditawari dengan harga sewa khusus, dari pada kios tersebut nganggur.
Dalam kondisi seperti ini, memilih bisnis adalah pilihan kedua. Karena kita sudah mendapatkan lokasi. Tentu kita tidak bisa memaksakan suatu jenis bisnis yang kita inginkan pada suatu lokasi khusus. Misal, tidak lucu kalau kita memilih bisnis makanan, padahal peruntukan lokasi untuk pakaian, begitupun sebaliknya.
Situasi seperti ini akan memaksa kita untuk berpikir, akan diisi dengan dagangan apa. Misalnya kita mendapatkan lokasi di pakaian. Yang kita lakukan adalah berpikir jenis bisnis yang serumpun dengan pakaian. Apakah kita berjualan pakaian bayi, anak-anak, abg, atau dewasa. Kita bisa juga memilih berjualan khusus, seperti busana muslim laki-laki, busana muslim khusus wanita, atau bahkan berjualan grosir kerudung/jilbab.
Bisa saja lokasi yang kita temukan adalah pasar tradisional. Kita harus pilah dulu, apakah ada pengelompokan jenis dagangan atau bebas. Kita bisa membandingkan jenis usaha, mau bersaing dengan yang sudah ada atau benar-benar membuka usaha yang belum ada. Kalau mau bersaing, senjata apa yang kita pakai untuk bersaing, apakah harga yang murah atau kualitas yang bagus.
Bagiamana bisa menentukan lokasi ini bagus untuk usaha atau tidak, tentu butuh jam terbang. Untuk meningkatkan jam terbang ini, Anda harus sering datang ke mal untuk membandingkan, posisi mana dari kios atau counter di mal itu yang ramai pengunjung. Ada beberapa pintu gerbang dan pintu-pintu kecil lainnya. Lihat jalan utama yang biasanya ditandai jalanan lebih besar, menghubungkan pintu utama dengan hall. Biasanya jalan utama ini ramai pengunjung. Kalau jalan utamanya saja sepi, berarti mal tersebut belum ramai.
Dari sering datang ke mal-mal, kita jadi bisa membandingkan dan membayangkan. Pada akhirnya, tanpa datang ke suatu mal, kita bisa melihat dari selembar gambar mal, mana jalan utama, jalan ramai kedua dan jalur yang sepi. Mana lokasi yang kira-kira ramai pengunjung. Hal ini berguna bila kita mau memilih kios/counter mana yang akan dibeli/disewa.
Jadi, kita bisa memilih jenis usaha belakangan, bila kita sudah menemukan lokasi usaha yang strategis. Namun, kadang orang sudah menentukan jenis usaha yang akan dijalani, baru mencari lokasi yang bagus. Kedua langkah ini bisa dipilih sesuai kondisi di lapangan.
Namun, apakah semua jenis usaha disektor perdagangan mensyaratkan lokasi dekat keramaian seperti itu? Tentu saja tidak mesti, karena banyak pengusaha yang kini usahanya maju pesat ternyata lokasi usahanya tidak berada di jalur ramai, misalnya usaha perternakan ayam, pembiakan udang air tawar, pabrik tahu tempe, catering, pembuatan furniture, merupakan beberapa contoh saja usaha yang tidak harus berlokasi di pusat keramaian.
Beberapa usaha malahan dapat dilakukan di rumah. Beberapa pengusaha sukses ternyata memulai usahanya di ruang tamu rumahnya sendiri. Dokter, bidan, konsultan, teknisi elektronik, biro jasa dan internet marketer banyak menggunakan bagian rumahnya untuk tempat usaha. Dengan memanfaatkan rumah, Anda bisa berhemat modal jutaan rupiah, sehingga anggaran itu Anda bisa gunakan untuk kegiatan lain dalam menjalankan laju usaha. Membuka usaha di rumah memungkinkan kita untuk meluangkan waktu untuk keluarga. Dengan memulai usaha dari rumah, kita bisa mempunyai waktu lebih untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Oleh karena itu, kalau Anda wanita, memulai usaha dari rumah sangat sesuai untuk Anda yang ingin tetap menunaikan kodrat kewanitaan Anda sebagai ratu rumah tangga sekaligus bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan.
Memulai usaha dari rumah bisa sangat bermanfaat, tapi tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan kondisi rumah Anda dan sifat dari usaha Anda. Kalau Anda ingin menggunakan rumah sebagai tempat usaha, tentunya harus memilih jenis usaha yang cocok dijalankan di lokasi itu. Anda bisa saja mengamati usaha di lokasi perumahan daerah lain yang telah berjalan, lalu berpura-pura membeli atau menggunakan jasa mereka, lalu Anda nilai sendiri apakah usaha tersebut kira-kira bisa Anda jalankan di rumah Anda. Anda bisa pakai teori ATM yakni mengAmati bisnis orang lain, kemudian anda Tiru dengan beberapa Modifikasi. Beberapa jenis usaha yang paling cocok dijalankan di rumah adalah yang bersifat homey misalnya bisnis pembuatan snack dan penganan, bisnis barang kerajinan, bisnis kue, dan usaha lain sejenis. Bahkan kalau lokasi rumah Anda berada di pingir jalan utama, beberapa usaha yang bagus dijalankan seperti toko pakaian adat/pakaian muslim, usaha pijat kesehatan, salon dan toko roti, warung makan dan usaha makanan sejenis lainnya. Kalau kebetulan Anda hendak membuka usaha katering, misalnya, rumah jelas pilihan pertama untuk disulap menjadi “dapur umum”. Toh, dapur tak harus di lokasi yang ramai, gampang diakses angkutan umum, atau syarat-syarat lain yang identik dengan pengertian strategis.
Namun Anda juga mesti berhati-hati, ada beberapa usaha yang tidak cocok dijalankan di rumah seperti usaha toko kelontong atau bisnis perlengkapan bayi, karena orang-orang pastinya lebih cendrung belanja ke hypermarket atau minimarket, alasannya selain berbelanja bulanan, juga sekalian untuk jalan-jalan sambil cuci mata.
Rumah juga bisa dimanfaatkan sebagai gudang, bengkel kerja atau workshop, dan kantor bila Anda berusaha di bidang jasa, dan pabrik kecil-kecilan asal jangan sampai mengganggu ketertiban dan ketenangan lingkungan sekitar. Jangan mentang-mentang mau menghemat modal, Anda terus membuka peternakan ayam di halaman belakang rumah, atau membuat pabrik batako yang bikin bising tetangga. Alih-alih mendapat untung, bisa-bisa ayam Anda menjadi sasaran senapan angin tetangga sebelah rumah atau rumah Anda malah di lempar batako.
Kadang–kadang sebuah usaha malah tak membutuhkan lokasi sama sekali. Bisnis perbaikan peralatan elektronik dari rumah ke rumah, umpamanya, bisa dijalankan tanpa perlu bengkel atau showroom. Tempat kerja para montir, ya, rumah para pelanggan. Kunci keberhasilan usaha seperti itu terletak pada kualitas kerja dan kepandaian promosi, bukan lokasi. Bisnis sedot WC merupakan contoh bisnis yang tak terlalu mengutamakan lokasi usaha.
Bila usaha Anda bergerak dalam bidang produksi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menentukan lokasi usaha yakni:
1.Dekat dengan pasar.
Bagi pengusaha dalam bidang penjualan produk, biaya dan waktu diperlukan untuk mengangkut produk ke pelanggan, adalah suatu pertimbangan utama. Karena itu, perusahaan harus ditempatkan dekat pusat pasarnya. Faktor lain yang juga perlu diperhatikan dalam mendekati pasar, yaitu kuantitas dan kualitas produk yang akan dijual, daya beli masyarakat, dan jenis produk yang akan dihasilkan. Barang yang lekas rusak, seperti daging, ikan memerlukan kecepatan untuk sampai ke pasar, hal ini perlu dipertimbangkan.
2.Dekat dengan bahan baku dan bahan Penunjang.
Sumber bahan baku atau bahan mentah yang diperlukan sebagai input, harus dipertimbangkan. Ini sangat erat hubungannya dengan biaya produksi. Bahan baku yang murah harganya tetapi jauh letaknya dari lokasi perusahaan, akan mengakibatkan biaya angkutan relatif tinggi dan biaya produk relatif mahal sehingga harga jual produk juga mahal. lokasi perusahaan haruslah ditempatkan pada lokasi yang biaya pengangkutan atau biaya materialnya relatif murah. Pertimbangan lain suatu perusahaan harus dekat dengan bahan baku, terutama bagi perusahaan yang menggunakan bahan baku yang mudah busuk seperti industri bahan makanan, industri pengalengan, dsb.
3.Dekat dengan sarana transportasi.
Lokasi perusahaan harus dekat dengan sarana transportasi, agar hubungan antara produsen dan konsumen di pasar; antara produsen dengan pemasok bahan baku mudah atau cepat, bila menerima bahan baku untuk diproses menjadi produk jadi dan cepat mengirim produknya baik ke pasar maupun ke pemesan, maka akan memberikan kepuasan kepada pelanggannya. Pertimbangan tersebut, pada dasarnya, adalah agar biaya transportasi dapat ditekan serendah mungkin sehingga harga barang dapat bersaing di pasar.
4.Dekat dengan tenaga kerja yang cocok
Tenaga kerja merupakan salah satu faktor produksi, yang mempunyai pengaruh langsung terhadap hasil produksi. Tingkat upah yang di suatu lingkungan masyarakat, harus menjadi perhitungan dalam menentukan lokasi, agar bisa disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Dan juga Faktor kemampuan tenaga kerja di suatu lokasi produksi.
5.Sesuaikan dengan segmen masyarakat yang akan diraih.
Misalnya jika ingin membuka klinik kesehatan untuk kelas menengah ke atas maka lokasi perumahaan kelas menengah atas menjadi masuk akal. Atau jika ingin membuka toko bahan-bahan bangunan sebaiknya mencari lokasi perumahan yang sedang berkembang.
Memilih Tempat Usaha
Jika usaha Anda bergerak di sektor perdagangan, mau tak mau Anda mesti mencari lokasi yang ramai orang yang menjadi target market penjualan Anda. Lokasi yang paling bagus dicari adalah di pinggir jalan raya, dekat pasar, dekat sekolah atau kampus, dekat pusat perkantoran, dekat lapangan atau arena olah raga atau pusat keramaian lain. Masalahnya tarif sewa atau harga lokasi-lokasi seperti itu pasti mahal.
Ada beberapa lokasi ramai yang memungkinkan Anda mengeluarkan dana relatif lebih murah ketimbang menyewa toko: lokasi kaki lima. Tapi, mengingat kepentingan kontinuitas, sebaiknya Anda memilih lokasi yang tak terlalu mengganggu kepentingan umum. Jangan sampai Anda mendapatkan lokasi kaki lima strategis tapi cuma berumur seminggu lantaran keburu digaruk polisi pamong praja.
Asal jeli, banyak lokasi usaha yang tersedia, misalnya, memanfaatkan lahan kosong yang biasanya terdapat di sejumlah lakasi parkir di suatu pertokoan atau bahkan gedung milik pemerintah. Biasanya, total biaya sewa lahan dan pembangunannya cuma 30 % dari biaya sewa ruko di sekitarnya. Walau begitu, ruko tetap layak digunakan untuk rumah makan, asal sifatnya cepat saji, bukan untuk tempat makan santai.
Memilih tempat usaha yang bagus harus disesuaikan dengan business plan atau rencana bisnis, dan berikut ini beberapa hal penting yang menjadi pertimbangan dalam memilih lokasi usaha:
1.Sebaiknya, lokasi usaha dilalui jalur dua arah. Paling ideal, lokasi sebaiknya di sisi jalan jalur orang pulang kerja. Ada keyakinan, orang pulang kerja lebih mungkin membeli sesuatu daripada orang yang tengah berangkat kerja. Jadi kita menggampangkan mereka mampir. Calon pembeli tak perlu mencari putaran jalan atau memutar memotong jalan.
2.Ada jenis lokasi lain banyak dipakai untuk membuka usaha dagang yaitu kios. Kios-kios bertebaran di pusat-pusat perbelanjaan, baik pasar tradisional maupun modern. Biarpun tempat-tempat seperti ini relatif ramai orang, jenis usaha yang Anda gelar di lokasi seperti itu juga harus sesuai dengan segmen pengunjung. Kebanyakan pengelola pusat belanja modern sudah menentukan alokasi jenis usaha
yang boleh buka ada di sana. Jadi, kita, calon pengusaha, tak bisa terlalu leluasa menggunakannya.
3.Sebelum menentukan mau menyewa atau membeli kios yang ada, periksa dulu jenis usaha apa yang boleh berada di sana. Jangan sampai kita membeli kios di lantai fashion, padahal berencana mau membuka depot es teler. Kalau akhirnya boleh, itu anugerah, karena dagangan kita bakal berbeda dengan kios lain sehingga peluang kita laku lebih besar. Tapi, kalau harus ikut-ikutan jualan baju yang belum kita ketahui juntrungannya, bisa berabe, kan?
4.Kalau lokasi kios incaran memang benar-benar ramai, jangan pusing dengan jenis usaha. Pakai saja kembali “rumus ATM”. Kalau Anda sudah menemukan pusat perbelanjaan yang ramai sekaligus ada kios yang lokasinya strategis, silakan berjalan-jalan ke pusat perbelanjaan lain. Cari jenis usaha yang bisa kita tiru, tapi belum ada di lokasi kita. Survei, pelajari, lalu…kita buka usaha serupa.
5.Kalau Anda hanya mampu menyewa kios yang letaknya tak terlalu strategis, Anda mesti kreatif mencari jenis usaha yang cocok. Bisa untuk play station, pijat refleksi, warung jamu, atau bisa saja usaha hiburan. Pasti dicari orang meskipun berada di ujung jalan atau pojokan.
6.Anda harus mempertimbangkan calon pelanggan dengan lokasi yang dipilih. Kalau Anda hendak membuka salon kelas atas bertarif mahal, menyewa kios di pusat grosir belum tentu cocok. Orang yang datang ke tempat itu biasanya benar-benar hendak berbelanja, bukan jalan-jalan atau rekreasi. Lokasi di mal atau plasa mewah mungkin lebih cocok untuk itu. Sebaliknya, kalau Anda hendak buka kios jual beli ponsel bekas, mal kelas atas mungkin tidak cocok. Para pengunjung mal seperti itu sepertinya bakal malu kalau membeli atau menjual ponsel bekas. Toko atau dealer ponsel baru mungkin lebih cocok bertengger di sana.
7.Memilih pusat perbelanjaan pun kudu hati-hati. Kalau belum terbukti ramai—karena masih baru—periksa dengan teliti potensi pengunjung di sekitar lokasi. Contohnya, pusat grosir yang berdiri di daerah elit belum tentu sukses dan bakal ramai pengunjung. Sebab, penduduk di daerah elit cenderung enggan mendatangi lokasi seperti itu. Mereka lebih suka datang ke mal atau plasa mewah.
8.Kalau Anda menyewa ruko atau kios, pertimbangkan apakah perlu untuk direnovasi agar sesuai dengan usaha Anda.
9.Apakah tempat usaha yang dipilih dekat dengan tempat tinggal Anda? Hal ini untuk kenyamanan Anda sebagai pengusaha.
10.Apakah keramaian lokasi hanya musiman atau memang ramai karena tingginya tingkat kepadatan penduduk sekitar .
11.Apakah lokasi usaha berada pada daerah aman dengan tingkat kriminal yang rendah?
12.Kalau usaha Anda buka sampai malam hari, apakah penerangan di luar toko Anda sudah cukup terang untuk menarik pembeli dan membuat mereka merasa nyaman dan aman? Apakah Anda perlu memasang lampu hias untuk membuat toko Anda lebih cantik?
13.Apakah keberadaan usaha sejenis di dekat lokasi usaha Anda berpotensi merebut hati pelanggan Anda yang dapat merugikan bisnis yang Anda jalankan? Mampukah Anda bersaing dengan mereka?
14.Mudahkah tempat usaha Anda dijangkau oleh pembeli?
15.Apakah tempat parkir tersedia dan cukup untuk jumlah pelanggan yang menjadi target Anda?
16.Apakah supplier barang dagangan Anda merasa nyaman dengan lokasi usaha Anda?
17.Seandainya usaha Anda berkembang, apakah tempat usaha tersebut mampu mengakomodasi pertumbuhan tersebut?

Mental Wirausaha


Setiap aku membaca tulisan-tulisan Pak Jamilazzaini bener-bener membuat aku bangkit untuk terus berusaha berbuat untuk yang lebih baik. Tulsian-tulsiannya sangat menginspirasi.
Barusan saya baca tulisannya tentang Mental Wirausaha. Setelah membaca bukunya saya menyimpulkan nya : 

Banyak orang merasa sudah memiliki mental wirausaha saat mereka sudah memiliki usaha atau menjalankan bisnis sendiri. Padahal mental wirausaha tidak selalu berhubungan dengan punya usaha atau tidak punya usaha. Seorang karyawan pun bisa memiliki mental wirausaha.

Apabila Anda punya usaha tetapi selama bertahun-tahun Anda masih terjebak mengerjakan pekerjaan teknis operasional berarti Anda tidak memiliki mental wirausaha. Seorang yang punya usaha restoran tapi dia terjebak mengolah masakan dan mengerjakan urusan dapur sendirian ia tak memiliki mental wirausaha. Seseorang yang membuat agar usahanya sangat tergantung dengan keberadaannya, ia tidak memiliki mental wirausaha.

Lantas seperti apa orang yang memiliki mental wirausaha? Banyak cirinya, saya sampaikan beberapa diantaranya. Pertama, ia membangun tim yang solid. Seseorang yang bermental wirausaha tidak akan tergoda untuk menokohkan dirinya. Ia lebih memprioritaskan kerja tim yang didukung dengan sistem yang kuat. Perusahaan harus tetap jalan tanpa kehadirannya.

Tengoklah pengusaha-pengusaha besar, usaha mereka tetap berkibar walau mereka tinggal untuk keliling dunia. Bukan hanya itu, sepulang dari keliling dunia biasanya ada bisnis baru yang ia bawa untuk dikembangkan. Ia akan membentuk tim dan sistem lagi untuk mengembangkan bisnis barunya itu. Bisnisnya terus tumbuh membesar dan melebar.

Kedua, ia pro aktif membangun kekuatan dan jaringan. Seseorang yang bermental wirausaha tidak ingin maju sendirian. Secara pro aktif ia akan terus berkolaborasi dengan orang orang yang memiliki visi dan misi yang seirama. Bisnisnya kuat karena mereka saling menguatkan satu dengan yang lain. Setiap membangun kerjasama mereka ingin selalu win-win solution, saling menguntungkan bukan “yang penting saya untung”.

Ketiga, ia mudah beradaptasi dengan perubahan. Orang-orang yang bermental wirausaha tidak kaku dengan ide dan gagasannya. Mereka cepat mengikuti perubahan zaman, cepat membaca selera pasar dan kemudian memanfaatkannya untuk kemajuan bisnisnya.

Baca dan pelajarilah perusahaan-perusahaan yang mampu bertahan ratusan tahun. Mereka semua dikelola oleh orang-orang yang bermental wirausaha. Bisnisnya tidak hanya bertahan pada satu generasi tetapi bisa diwariskan kepada anak cucunya.

Nah, bagi Anda yang sudah berbisnis lebih dari 5 tahun, tolong jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Apakah sudah punya tim yang solid? Apakah jaringan yang mendukung bisnis Anda terus bertambah? Apakah produk dan jasa Anda memang sangat diminati pasar? Bila semua jawabannya belum/tidak, patut diragukan Anda memiliki mental wirausaha.

Salam SuksesMulia!
senja bersama Kek Jamil yang lagi sakit. tapi semoga tulisannya tetap menjadi vitamin bergizi untuk kita, dan tetap menginspirasi anak bangsa!
-----------------------
Mental Wirausaha
By jamilazzaini ⋅

Banyak orang merasa sudah memiliki mental wirausaha saat mereka sudah memiliki usaha atau menjalankan bisnis sendiri. Padahal mental wirausaha tidak selalu berhubungan dengan punya usaha atau tidak punya usaha. Seorang karyawan pun bisa memiliki mental wirausaha.

Apabila Anda punya usaha tetapi selama bertahun-tahun Anda masih terjebak mengerjakan pekerjaan teknis operasional berarti Anda tidak memiliki mental wirausaha. Seorang yang punya usaha restoran tapi dia terjebak mengolah masakan dan mengerjakan urusan dapur sendirian ia tak memiliki mental wirausaha. Seseorang yang membuat agar usahanya sangat tergantung dengan keberadaannya, ia tidak memiliki mental wirausaha.

Lantas seperti apa orang yang memiliki mental wirausaha? Banyak cirinya, saya sampaikan beberapa diantaranya. Pertama, ia membangun tim yang solid.  Seseorang yang bermental wirausaha tidak akan tergoda untuk menokohkan dirinya. Ia lebih memprioritaskan kerja tim yang didukung dengan sistem yang kuat. Perusahaan harus tetap jalan tanpa kehadirannya.

Tengoklah pengusaha-pengusaha besar, usaha mereka tetap berkibar walau mereka tinggal untuk keliling dunia. Bukan hanya itu, sepulang dari keliling dunia biasanya ada bisnis baru yang ia bawa untuk dikembangkan. Ia akan membentuk tim dan sistem lagi untuk mengembangkan bisnis barunya itu. Bisnisnya terus tumbuh membesar dan melebar.

Kedua, ia pro aktif membangun kekuatan dan jaringan. Seseorang yang bermental wirausaha tidak ingin maju sendirian. Secara pro aktif ia akan terus berkolaborasi dengan orang orang yang memiliki visi dan misi yang seirama. Bisnisnya kuat karena mereka saling menguatkan satu dengan yang lain. Setiap membangun kerjasama mereka ingin selalu win-win solution, saling menguntungkan bukan “yang penting saya untung”.

Ketiga, ia mudah beradaptasi dengan perubahan. Orang-orang yang bermental wirausaha tidak kaku dengan ide dan gagasannya. Mereka cepat mengikuti perubahan zaman, cepat membaca selera pasar dan kemudian memanfaatkannya untuk kemajuan bisnisnya.

Baca dan pelajarilah perusahaan-perusahaan yang mampu bertahan ratusan tahun. Mereka semua dikelola oleh orang-orang yang bermental wirausaha. Bisnisnya tidak hanya bertahan pada satu generasi tetapi bisa diwariskan kepada anak cucunya.

Nah, bagi Anda yang sudah berbisnis lebih dari 5 tahun, tolong jawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini.  Apakah sudah punya tim yang solid? Apakah jaringan yang mendukung bisnis Anda terus bertambah? Apakah produk dan jasa Anda memang sangat diminati pasar? Bila semua jawabannya belum/tidak, patut diragukan Anda memiliki mental wirausaha.

Salam SuksesMulia!

Kamis, 24 Januari 2013

Mobil pick up disulap jadi toko baju # JR 3 #

               Pagi ini badan rasanya sangat vit karena bisa bangun lebih awal, dan saya pelajari materi-materi yang sudah saya baca tadi malam. Materi tentang lokasi bisnis dan analisa SWOT. Semalam setelah membaca materi-materi saya tidur dengan membayangkan lokasi usaha saya nanti. Saya terpikirkan untuk mencari sebuah lokasi yang strategis di daerah saya agar pengunjung selalu ramai.

               Memilih tempat yang strategis juga membutuhkan dana yang besar, sedangkan dana saya termasuk sudah mepet. Tadi malam saya bener-bener selalu terpikirkan masalah lokasi usaha saya nanti. Lokasi dana yang akan saya pilih ? Huft...Saya coba untuk putar-putar otak saya, tapi rasanya masih buntu belum dapat gambaran apa-apa.

               Karena saya selalu terpikirkan akan hal ini, tadi pagi saya telp kerumah dan ngobrol-ngobrol dengan orang rumah. Survey menanyakan tentang lokasi usaha saya nanti. Saya diberi gambaran tentang biaya-biaya sewa di tempat yang strategis, saya menanyakan tentang lokasi-lokasi itu lebih detail lagi, tentang  apa kekuatan ( strenghts ), weakness ( kelemahan ), Opportunity ( peluang ), dan threath ( ancaman ) lokasi bisnis yang sudah di survey tersebut. 

          Dari obrolan-obrolan itu saya sudah mulai terbayangkan bagaimana lokasi yang akan saya jalankan nanti. Tiba-tiba saya berpikir out of the box, muncul ide gagasan masalah lokasi, Saya pengen menghemat biaya dengan memanfaatkan mobil pick up ortu yang dimana mobil itu nanti bisa saya manfaatkan untuk jualan baju. Jadi lokasi bisa berpindah-pindah ke lokasi yang lebih strategis dan tanpa biaya sewa. hahhahha...

              Saya akan sulap mobil pick up itu menjadi unik dan cantik, sehingga bisa menarik perhatian. Baju saya pajang di atas mobil pick up layaknya toko baju yang di toko-toko biasa. Saya akan pajang dengan menggunakan patung-patung yang cantik dan sexy, yang cakep dan keren. 
              Masalah harga saya akan berikan harga yang bersahabat, karena saya tidak perlu sewa tempat sehingga bisa mengurangi biaya operasional. Ide out of the box. Semenjak pembelajaran-pembelajaran kelas mandiri kemarin saya jadi mikir apa-apa suka dengan berpikir out of the box. hahahha sampai-sampai pekerjaan di rumah pun saya juga pengen berpikir out of the box.

             Demikian lah coretan saya pada pagi hari ini sebagai jurnal refleksi ke 3 minggu ini. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

With love

Diyah eka wahyudi